Posts

Memprediksi Takdir Kurikulum Baru

Seperti biasa ketika ingin melahirkan kurikulum baru. Pemerintah selalu menghembuskan angin segar perubahan. Hembusan itu sekaligus diiringi dengan keterpaksaan membuat rapor merah kurikulum sebelumnya. Begitu jualah yang terjadi dengan kurikulum 2013. Kebiasaan itu persis terungkap ketika membaca artikel ‘Kurikulum 2013'  yang ditulis sekaligus hak jawab Menteri Pendidikan Nasional yang pernah terbit di salah satu media nasional beberapa waktu lalu. Secara sistematis Mendikbud mematahkan argumentasi yang kontra dengan kebijakannya tersebut. Wajar, karena sebagai pimpinan dalam mengeksekusi, tidak mungkin Pak Menteri membeberkan kelemahan kurikulum baru. Padahal logika sederhana, selalu ada celah kegagalan dalam menggelontorkan kebijakan. Namun kali ini bak malaikat, kurikulum 2013 diklaim super top  bahkan dianggap dewa penyelamat.  Hasrat dan Arogansi Pendidikan saat ini dianggap gawat darurat sehingga nafsu pemberlakuan kurikulum sudah tidak dapat dicegah lagi. Ketidaks

Nadiem Makarim & Capres 2024

Melupakan Sekolah Tatap Muka, Mungkinkah?

Antara Teknologi dan Pandemi, Guru Tetaplah Kunci?

Toilet dan Keamanan Pembelajaran Tatap Muka 2021

Mari Berduka, Walau Hanya Satu Jam Saja!

Mari Kembalikan Ruang Kegembiraan Anak