Tentang ayahsyaf

Hai, perkenalkan.... ini Saya, 

Saya? makhlukNya yang 'saat itu' selalu MENCITA-CITAKAN diri menjadi sang ayah, meskipun 'AYAH' bukanlah termasuk kategori CITA-CITA di muka bumi ini.

Saya? TERlahir -- dengan nama yang terdiri dari 9 huruf saja -- kemudian bertahun-tahun menjalani asuhan dan didikan-didikan dari pasangan Zainoeddin – Asnah, setidaknya terus berikhtiar menjadikan pendidikan sebagai fokus perhatian hidup. Mengapa pendidikan? Sederhana, karena pendidikanlah yang kelak akan melakukan seleksi alam bagi manusia itu: beradab atau biadab.

Saya? Sempat menjalani pendidikan formal, yang familiar disebut sekolah dan kuliah. Meski mulai menulis di media massa sejak bangku kuliah. Namun 'jejak' tulisan yang pertama dan bersejarah dalam hidup saat masih berseragam putih abu-abu. Mengapa bersejarah? Sederhana, karena akibat tulisan yang dibuat berbuah vonis: diskorsing selama 3 hari efektif.  Pun, katanya ini patut disyukuri -- tentu diantaranya berkat orang tua yang selalu memberikan kepercayaan pada anaknya + berkat jasa sang pendidik yang bijaksana dan baik hati pada muridnya -- selain karena waktu itu vonis tersebut dipandang sebagai waktunya bebas tugas dari sekolah alias LIBURAN, ternyata sempat juga beredar kabar, sebenarnya ada opsi lain: PINDAH SEKOLAH atau DIBERHENTIKAN.

Saya? Mencoba untuk selalu menyampaikan resah melalui jejak yang tertulis. Diantara keresehaan itu terpetik dalam satu seruan: #HapuskanUjianNasional. Diantara keresahan itu juga sudah terbit dalam kolom Opini/Pendapat di beberapa media, diantaranya detik.com, CNN Indonesia, Tribun Jabar, Jawa Pos,  Koran Pelita,  Republika Online, Haluan Kepri, Batampos, Haluan Riau, Harian Haluan (Padang), Koran Riau, Banjarmasinpost, metrojambi.com, Sriwijayapost, Riaupos, Lombokpos, Radar Tegal, suarakarya.id, dan beberapa media online lainnya

Saya? Tidak hobi menulis, apalagi mahfum dengan teori kepenulisan. Menulis hanya sarana menyampai 'resah.' Eh, tapi dari keresahan ini pernah tidak sengaja meraih beberapa penghargaan. Dan, diantaranya itu pernah dua tahun berturut menjadi Penulis Artikel Terbaik --- dan, diantaranya itu adalah pada kategori Profesi Penulis --- yang ditaja oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI)

Saya? Eh, tapi dari kebiasaan 'menyampaikan resah' tersebut, setidaknya telah terakumulasikan:
  • 100+++ tulisan artikel opini/pendapat yang tersebar di berbagai media cetak maupun online yang berskala lokal, regional maupun nasional.
  • 100+++ press release yang juga tersebar di berbagai media cetak maupun online yang berskala lokal, regional maupun nasional baik yang dituliskan untuk perorangan, organisasi, sekolah, kampus, tokoh dan siapapun itu yang berkenan ingin melakukan upaya 'self branding' atau apalah itu namanya, yang intinya 'mau terkenal' - 'mau dikenali' melalui publikasi di media massa. 
  • 100+++ permintaan untuk menjadi editor atau menuliskan naskah:  buku/press release/artikel/makalah/pidato/sambutan dan lain sebagainya oleh berbagai pihak dengan lintas organisasi, lintas profesi, dan lintas kepentingan tentunya. 
Saya? Akhirnya, sempat tergoda, tergiur, tergoda lagi dan tergiur lagi juga untuk menjadikan menulis sebagai hobi. Tapi, sampai saat ini belum hobi-hobi juga.

Saya? Bukan penulis.  Namun selalu berhasrat untuk selalu kasmaran dengan menulis.

Saya? Seorang ayah, yang ingin membuat jejak-jejak kisah dan mengurai simpul-simpul resah.     

Saya? Selanjutnya, terserah-lah...


Salam,
Semoga kita semua dilimpahkan keselamatan, rahmat dan keberkahan dariNya...



email: ayahsyaf.edans@gmail.com