Tuesday, 23 April 2019

[Surat Cinta] Untuk Anandaku yang Ingin Mencintai Bidadari Pilihannya ***

sumber gambar: booksie.com


Ananda yang tercinta dan sedang bicara cinta, cinta, dan cinta...
Keinginan Ananda sungguh mulia,
Tapi Ayahanda hanya berharap keinginan mulianya
Tidak hanya sebatas kata-kata
Ianya hendaklah di...muliakan di hati Ananda juga

Ananda yang tercinta dan mendambakan cinta...
Sungguh penyatuan dua hati itu adalah dambaan setiap insan…
Sungguh jalinan asmara yang di sahkan itu adalah sebuah kebahagian…

Tapi ingat Anandaku tersayang…
Dambaan dan kebahagiaan ini jangan sampai melenakan
Jangan matikan rasa kemanusiaan
Disana ada berjuta kisah ketimpangan

Ananda yang tercinta dan akan menjalin cinta..
Jebakan romantis dunia milik berdua akan mendera
Untuknya, ingatlah selalu bahwa
Tetangga masih butuh Ananda..
Masyarakat masih butuh Ananda..
Keluarga masih butuh Ananda…
Negara ini, dunia ini butuh Ananda...
Terakhir, Ayahanda dan Ibunda-mu ini juga masih butuh Ananda

Meskipun kami telah iklhas merelakan rasa cinta Ananda terbagi...
Tapi Kami juga masih punya hak cinta terhadap Ananda…
Dan bukankah Ananda tetap punya kewajiban untuk menunaikannya?


Ananda yang sebentar lagi mendapatkan cinta...

Semoga pilihan Ananda ini adalah juga pilihan terbaik oleh olehNya
Semoga pilihan Ananda tidak sekedar dibatasi oleh batasan usia
Atau juga berbagai kualifikasi duniawi lainnya.

Mengertilah,
Bahwa pernikahan adalah bagian dari bangunan peradaban yang akan kita bangun
Persis seperti mimpi-mimpi Ananda di diskusi pengajiannya,
Persis seperti orasi Ananda saat demontrasi,
Persis seperti tulisan Ananda yang tertuang di kolom-kolom media,
Dan persis seperti tausyiah Ananda kepada adik binaannya...

Ya semoga semua itu tidak punah setelah Ananda merasakan cinta dari pasangannya

Ananda yang telah Ayahanda dan Ibunda lahirkan dengan cinta...
Hanya ini harapan kami...
Semoga Ananda mengerti...

Sekali lagi,
Karena cinta tak sebatas kata, karena cinta tak terbatas manusia...
Akumulasi dan Totalitas cinta hanyalah untuk Sang pencipta cinta...

Salam penuh cinta,
Ayahanda dan Ibunda


***Tulisan ini dibuat penuh cinta, buah diskusi dan refleksi dari luahan cinta beberapa ayahanda dan ibunda setelah anandanya menabur benih cinta kepada bidadari dunia pilihannya_

No comments:

Post a Comment